Hasil Pertandingan Portugal vs Spanyol: Skor 3-3

Interbola - Spanyol gagal menang di menit-menit akhir ketika bertemu Portugal di laga perdana Grup B Piala Dunia 2018, Sabtu (15/6). Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpiyskiy tersebut berakhir dengan skor imbang 3-3.

Spanyol sempat tertinggal lebih dulu dari Portugal. Pada menit keempat, Cristiano Ronaldo mencetak gol cepat lewat tendangan penalti. Spanyol kemudian menyamakan kedudukan di menit 24 lewat Diego Costa.

Ronaldo kembali membawa Portugal unggul atas Spanyol pada menit 44. Namun lagi-lagi, Costa menyamakan kedudukan. Mantan pemain Chelsea tersebut mencetak gol keduanya pada menit 55.

Nacho Fernandez kemudian menjadi pembeda untuk Spanyol menit 58. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti menggetarkan gawang Portugal dan menjadikan skor menjadi 3-2. Kemenangan yang sudah di depan mata harus raib karena gol krusial dari Ronaldo.

Di menit-menit awal, Portugal memang tampil cukup percaya diri. Ronaldo mendapat hadiah penalti setelah pergerakannya di dalam kotak penalti dihadang dengan kaki Nacho. Wasit pun memberi hadiah penalti untuk kubu Portugal.

Tertinggal satu gol, Spanyol langsung meningkatkan intensitas serangan. Costa kemudian mencetak gol penyeimbang setelah mengelabuhi lini belakang Portugal.

Tak lama setelah itu, Isco hampir saja membalik keadaan. Namun sayang tembakannya masih membentur tiang gawang.

Ketika Spanyol melancarkan serangan, Portugal justru mampu mencuri gol lagi. Melalui serangan balik, mula-mula Ronaldo mendapat bola di depan kotak penalti. Pemain Real Madrid tersebut langsung melepas tendangan keras. David de Gea gagal menangkap bola tersebut dengan baik dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk Portugal hingga turun minum.

Berlanjut di babak kedua, Costa semacam menjadi mimpi buruk bagi Portugal. Setelah Spanyol mendapat tendangan bebas, Costa mendapat umpan bola dari sisi kanan lapangan dan ia langsung menyambar bola di depan mulut gawang. Skor pun kembali imbang 2-2.

Spanyol balik memimpin di menit 58. Nacho mencetak gol indah dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Ketika dalam posisi unggul, Spanyol sangat dominan dalam penguasaan bola. Tapi hal itu tak sanggup mempertahankan keunggulan. Dan, di menit-menit akhir laga, Ronaldo mencetak gol ketiganya dalam laga ini sekaligus menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Susunan Pemain :

PORTUGAL (4-4-2): Rui Patricio; Cedric Soares, Pepe, Jose Fonte, Raphael Guerreiro; Bernardo Silva (Quaresma 69), Joao Moutinho, William Carvalho, Bruno Fernandes (Joao Mario 68); Cristiano Ronaldo, Goncalo Guedes (Andre Silva 80).

SPANYOL (4-2-3-1): David de Gea; Nacho, Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba; Sergio Busquets, Koke; David Silva (Vazquez 86), Isco, Andres Iniesta (Alcantara 70); Diego Costa )Aspas 77).

Portugal vs Spanyol, Ramos Berharap Ronaldo Main Buruk

Interbola - Sergio Ramos tak segan berharap Cristiano Ronaldo bermain di bawah level terbaiknya saat Spanyol menghadapi Portugal di laga pembuka Grup B, Sabtu (16/6) dini hari WIB. Baginya Ronaldo bisa menjadi ancaman paling berbahaya.

Ramos tentu sudah hafal benar cara bermain Ronaldo, pasalnya keduanya adalah pilar utama Real Madrid dalam beberapa musim terakhir. Ramos pun menilai timnya harus menyuguhkan permainan terbaik untuk mencegah Ronaldo bertindak semaunya.

Pertandingan itu diprediksi akan berjalan ketat karena kedua tim yang sama kuat. Memang benar Spanyol memiliki susunan skuat yang lebih baik, tetapi Portugal adalah juar Eropa 2016 lalu.

Menukil fourfourtwo, Ramos menegaskan betapa berbahayanya Ronaldo saat menjadi lawan. Alhasil dia sebenarnya lebih senang jika bermain di tim yang sama dengan mantan pemain Manchester United itu.

"Saya lebih suka mendapati dia di tim saya dari pada melawannya. Kita tahu dia bisa menjadi sangat berbahaya," kata Ramos.
"Dia mengakhiri musim ini dengan performa yang luar biasa. Dia selalu menjadi ancaman."

Meskipun demikian, Ramos pun turut memuji kualitas tim Portugal secara keseluruhan. Menurutnya ancaman Portugal bukan hanya Ronaldo, dan mereka terus membuktikan itu.

"Tidak hanya Ronaldo, skuat Portugal sangat bertalenta. Mereka memiliki banyak pemain yang bisa melukai anda dengan cepat, kemampuan tinggi dan formasi bertahan yang aman."

"Kita akan melihat pertandingan menarik untuk semua pecinta olahraga. Itu akan berlangsung indah. Saya berharap Cristiano tidak memainkan pertandingan terbaiknya," tandas Ramos.

 

Fernando Hierro Resmi Jadi Pelatih Baru Spanyol

INTERBOLA - Tak butuh waktu lama bagi Federasi Sepak Bola Spanyol [RFEF] untuk segera melantik pelatih baru pasca mendepak Julen Lopetegui. RFEF resmi menunjuk Fernando Hierro untuk menjadi pelatih baru di Piala Dunia 2018.

Sebelumnya, RFEF terpaksa harus memecat Lopetegui sehari jelang Piala Dunia 2018 dimulai. Hal ini tidak lepas dari keputusan Lopetegui yang menerima jabatan sebagai pelatih Real Madrid.

Pasca pemecatan Lopetegui, Fernando Hierro akan memimpin La Roja di Piala Dunia 2018.  Dalam waktu dekat, Hierro akan segera memimpin latihan resmi Spanyol sebelum menjalani laga perdana melawan tim nasional Portugal.

“Fernando Hierro akan mengambil tanggung jawab tim nasional pada Piala Dunia di Rusia dan akan hadir di depan media yang didampingi oleh Presiden RFEF, Lus Rubiales,” tulis RFEF di situs resmi mereka.

“Selanjutnya, Hierro akan memimpin latihan perdananya dan pada hari Jum’at dia akan menjalani debut di Sochi di pertandingan perdana Spanyol melawan Portugal,” sambung pernyataan resmi tersebut.

Hierro bukan sosok yang baru dalam belantika sepak bola Spanyol. Hierro adalah salah satu legenda bagi timnas Spanyol, dan juga Real Madrid. Sosok berusia 50 tahun sebelumnya juga terlibat dalam jabatan teknis di kepelatihan timnas Spanyol.

Hierro memiliki 89 caps bersama Timnas Spanyol di level senior dan mencatatkan 29 gol. Cukup produktif untuk pemain dengan posisi sebagai bek tengah atau gelandang bertahan.

Heirro tidak memberikan gelar juara untuk Spanyol. Namun, dia punya segudang catatan manis bersama dengan Madrid. Lima gelar juara La Liga pernah diberikan oleh Hierro kepada Los Blancos. Selain itu, ada pula tiga gelar Liga Champions.

 

Prediksi Rusia vs Arab Saudi 14 Juni 2018

Interbola - Piala Dunia 2018 akan dibuka dengan laga Grup A antara tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi di Luzhniki Stadium, Kamis (14/6). Ada sebuah beban cukup berat yang ditanggung oleh Rusia.

Sebagai tuan rumah, Rusia tentu menginginkan hasil terbaik di laga pembuka. Ini penting bagi mereka. Jika sampai kalah, seantero negeri bakal kecewa. Namun jika menang, antusiasme publik bakal meningkat dan pasukan Stanislav Cherchesov pun bisa lebih percaya diri menatap laga melawan Mesir di matchday berikutnya.

Meski begitu, Rusia sama sekali tidak boleh meremehkan Arab Saudi. Satu pemain yang wajib diwaspadai oleh Rusia adalah Mohammad Al-Sahlawi, yang mencetak 16 gol sepanjang babak kualifikasi dan menjadi joint-top scorer bersama Robert Lewandowski (Polandia) serta Ahmed Khalil (Uni Emirat Arab).

Arab Saudi akan menjadi tim Asia pertama yang memainkan laga pembuka Piala Dunia. Mereka tentu tak mau tampil memalukan. Terlebih lagi, The Green Falcons juga butuh modal bagus sebelum menghadapi Uruguay di pertandingan kedua.

Selain itu, jika melihat peringkat FIFA, Arab Saudi (67) berada sedikit di atas Rusia (70). Ini bisa jadi laga pembuka yang cukup berimbang.

Perkiraan susunan pemain :

Rusia (3-5-2): Akinfeev; Ignashevich, Smolnikov, Vasin; Samedov, Dzagoev, Golovin, Yerokhin, Zhirkov; Smolov, Dzyuba.
Pelatih: Stanislav Cherchesov.

Arab Saudi (4-2-3-1): Al-Mayouf; Al-Harbi, Omar Hawsawi, Osama Hawsawi, Al-Shahrani; Al-Faraj, Al-Khaibri; Al-Shehri, Al-Dawsari, Al-Jassim; Mohammad Al-Sahlawi.
Pelatih: Juan Antonio Pizzi.

Siapa pun Pelatih Baru Madrid, Mustahil Lebih Baik dari Zidane

Interbola - Zinedine Zidane baru saja memutuskan untuk meninggalkan Real Madrid setelah dipercaya menjadi pelatih kepala selama dua setengah tahun terakhir.

Walaupun hanya sebentar menjabat, Zidane sudah mempersembahkan sembilan trofi. Tiga di antaranya adalah trofi Liga Champions yang dia raih berturut-turut sejak 2015/16 hingga 2017/18.

Keputusan Zidane itu tentu mengejutkan banyak pihak, terlebih dia membuat pengumuman itu tidak sampai sepekan setelah membawa Madrid meraih gelar juara Liga Champions tiga kali beruntun.

Tak terkecuali Luis Figo, yang tak bisa menutupi keterkejutannya. Tapi bagaimanapun dia meminta semua pihak untuk tetap menghargai keputusan Zidane itu.

Figo merupakan salah satu dari beberapa pesepak bola yang pernah berbagi lapangan dan merasakan magis Zidane. Kala itu keduanya juga membela Real Madrid.

"Zidane adalah kawan dan apa pun yang dia lakukan akan saya dukung," jelas Figo dinukil dari marca.

"Setelah semua hal yang sudah dia dapatkan dalam beberapa tahun terakhir, mungkin dia sudah mencapai batas tertinggi."

Dikatakannya, siapa pun pelatih anyar Madrid nanti, adalah kemustahilan untuk menyamai pencapaian Zidane. Figo tampaknya sangat yakin dengan hal ini.

"Melakukan lebih baik daripada yang sudah dia raih adaah mustahil."

"Keputusannya memang mengejutkan kita semua tapi dia tahu alasannya dan itulah yang harus dihargai," tandas dia.

Facebook Page